Eartag RBC-ET12-LF adalah eartag RFID hewan, eartag RFID LF untuk hewan tersedia pada frekuensi 134,2Khz, jarak baca eartag LF sekitar 30cm, mendukung pembacaan satu per satu.
Semua tag RFID hewan tahan air dan tahan guncangan. EID ear tag menyediakan berbagai pilihan perangkat pelacak RFID untuk hewan yang memungkinkan petani, peternak, dan dokter hewan memenuhi kebutuhan ketertelusuran dan identifikasi mereka.
Deskripsi
RBC-ET12-LF adalah Eartag Elektronik Satu Sisi RFID Tag Ternak untuk Domba. ET12-LF adalah eartag yang dirancang khusus untuk manajemen hewan, identifikasi ternak. Ini memenuhi standar internasional ISO11784/11785.
Ini menggunakan Microchip tingkat tinggi impor untuk dirancang dan diproduksi serta mendukung baca dan tulis, kode identifikasi unik, dan juga memiliki desain keamanan data yang unik. Dalam peternakan dan pemotongan hewan, ini dapat melacak hewan’identifikasi dengan menggunakan pembaca RFID bersama-sama dan digunakan dengan aplikator.
Spesifikasi Produk:
Nama model | RBC-ET12-LF |
Standar | ISO11784/11785(FDX-B) |
Frekuensi | 134,2Khz |
Tipe | Eartag RFID LF |
Ukuran | Panjang:80mm, Lebar:18mm, Tinggi:12mm |
Bahan | TPU (Termoplastik Poliuretan) |
File Elektronik | Nomor ID dalam file elektronik |
Jarak baca | sekitar 30cm (Jarak baca tergantung kualitas pembaca dan faktor lingkungan) |
Kustom | Mendukung pencetakan nomor laser, logo dan warna kustom. |
Cara Menggunakan Eartag | Digunakan dengan aplikator ear tag |
Kemasan & Pengiriman | · Eartag: 100 pcs/kantong opp · Pilih Kemasan sesuai dengan jumlah pembelian. · Pengiriman cepat pada hari yang sama |
Keunggulan Produk:
Mudah dalam pengelolaan hewan, identifikasi ternak
Informasi ID ternak
Pengenalan jarak yang stabil
Struktur anti-gigitan hewan dan desain warna
Desain struktur tahan air, desain tombol induk chip, ukuran kecil, ringan
Tahan beku dan tahan ultraviolet.
Mengapa Menggunakan Eartag untuk Ternak?
Kondusif untuk pengendalian penyakit hewan
Kondusif untuk produksi yang aman
Meningkatkan tingkat manajemen peternakan
Memudahkan negara dalam mengawasi keamanan produk peternakan